NEWS

Pengusaha Farmasi Ungkap Taktik Bisnis Toko Obat Pasar Pramuka

Pengusaha Farmasi Ungkap Taktik Bisnis Toko Obat Pasar Pramuka

Pengusaha Farmasi Ungkap Taktik Bisnis Toko Obat Pasar Pramuka – Kalangan pengusaha besar farmasi tidak menerima industrinya dikaitkan dengan pelanggaran ketetapan penjualan obat di Pasar Pramuka, Jakarta.

Pengusaha Farmasi Ungkap Taktik Bisnis Toko Obat Pasar Pramuka

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia Dorojatun Sanusi menyebutkan di Pasar Pramuka sepanjang ini terjadi jual-beli obat didalam partai besar. Padahal hanya perusahaan besar yang mempunyai izin menjual obat secara grosir. “(Mereka itu) tidak masuk di rantai pasokan resmi,” kata DorojatunMenurut Dorojatun, penjualan obat didalam skala partai oleh apotek rakyat seperti di Pasar Pramuka tak hanya melanggar hukum. Praktik itu pun mengakses kesempatan peredaran obat terlarang seperti paracetamol, caffeine, dan carisoprodol (PCC), yang belakangan ditemukan di beberapa tempat di Indonesia. “Itu benar-benar merugikan citra perusahaan farmasi resmi,” ucapnya.

Pengusaha Farmasi Ungkap Taktik Bisnis Toko Obat Pasar Pramuka

Dorojatun menambahkan, perusahaan farmasi tak bakal merugi apabila apotek rakyat di Pasar Pramuka benar-benar ditutup. Sebab, sepanjang ini mereka mempunyai rantai distribusi sendiri. Di Indonesia, kata dia, ada lebih berasal dari 2.000 perusahaan farmasi yang mempunyai jaringan distribusi di pusat dan daerah.

Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta Dewi Prawitasari membeberkan alasan pemerintah menutup toko obat di Pasar Pramuka. Di pasar itu, kata Dewi, tak hanya terjadi penjualan obat secara grosir. Bersama dengan kepolisian, BPOM pun mengendus peredaran obat palsu, obat terlarang, dan obat kedaluwarsa. “Biasanya obat (tak berizin) itu di letakkan pedagang di atap plafon kiosnya,” ujarnya.

Pengusaha Farmasi Ungkap Taktik Bisnis Toko Obat Pasar Pramuka

Menurut Dewi, pedagang obat di Pasar Pramuka biasanya menjual obat tak berizin kepada pelanggan yang udah mereka kenal. Ada dua modus transaksi obat ilegal dan grosir di sana. Pertama, transaksi terjadi di didalam pasar. Kedua, transaksi terjadi di tempat parkir, berasal dari satu mobil ke mobil lain. Transaksi itu dikerjakan sembunyi-sembunyi untuk menghindari petugas yang kerap laksanakan razia.

Dalam beberapa kali razia, menurut Dewi, pedagang di Pasar Pramuka kerap tak sanggup membuktikan faktur asal-usul obat. Dewi menduga obat-obat itu berasal berasal dari distributor tidak resmi. Namun sejauh ini BPOM belum sanggup membongkar jaringan peredaran obat ilegal tersebut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI Brigadir Jenderal Agung Setya menopang rancangan penutupan apotek rakyat di Pasar Pramuka. Alasannya, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 53 Tahun 2016 udah melarang keberadaan apotek rakyat di seluruh Indonesia. Saat ini, menurut Agung, Bareskrim pun sedang menyelidiki persoalan obat ilegal yang membelit pedagang di Pasar Pramuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*